Bekal Mendidik Anak dengan ESQ Parenting
25/01/2012 10:50:00
Banyak orangtua sering mengeluh mengenai sulitnya mendidik anak, baik dari emosional maupun spiritualnya. Mungkin tanpa disadari, selama ini kita beranggapan bahwa apa yang menurut kita baik, itu juga baik untuk si anak. Ternyata anggapan ini tidaklah sepenuhnya benar, karena bisa-bisa kita malah menghambat potensi anak.
Lalu bagaimana cara membantu anak dalam mengelola emosi dan memotivasi mereka? Mungkin itu pertanyaan yang banyak terlontar dari orangtua. Jawabannya tidak lain adalah orangtua harus memiliki ilmu parenting agar mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai spiritual dan kecerdasan emosional kepada keluarga.
ESQ Leadership Center sebagai lembaga pengembangan SDM memiliki program yang diberi nama ESQ Parenting. Dengan ESQ Parenting, orangtua mampu menumbuhkan dan mengelola potensi anak. Training ini penting untuk diikuti agar orangtua dapat memahami kebutuhan emosi anak dan membantu mereka memenuhi tujuan spiritual kehidupannya.
Pendiri ESQ LC, Ary Ginanjar Agustian mengatakan bahwa training yang hebat adalah training parenting, karena melalui training ini ibu bisa melahirkan ribuan trainer. Bahkan ia meminta para peserta yang tengah hamil untuk maju ke depan.
Mari kita doakan mereka semua. Saya percaya, diantara mereka akan melahirkan pemimpin masa depan yang akan memimpin Indonesia kelak, ucapnya.
Ary menyayangkan bahwa ilmu parenting umumnya datang dari Eropa dan Amerika, dimana tidak diajarkan mengenai ketakwaan. Akibatnya lahir anak-anak yang cerdas emosional, rajin, inovatif, tapi tanpa didasari pondasi nilai-nilai agama, hasilnya tidaklah sempurna.
Melalui ESQ Parenting, kita melengkapi yang sudah ada supaya lengkap dengan tiga kecerdasan yaitu intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritual (SQ), ucap Ary saat membawakan ESQ Parenting Angkatan ke-25 di Menara 165, Cilandak, Jakarta, Sabtu (22/1/2012).
Dalam training yang diikuti sekitar 240 peserta ini, Ary meminta dukungan para peserta untuk menyebarkan ilmu parenting ini. Bicara parenting, biasanya datang dari Barat. Yang dilatih adalah kecerdasan emosional, tapi tidak mengajarkan spiritualitas. Padahal kita ini masyarakat yang agamis yang menjadikan agama sebagai pegangan hidup, imbuhnya.
Salah seorang peserta, Devi Eka Novalia mengatakan melalui training ESQ Parenting ini dirinya banyak mengetahui bagaimana mendidik anak. Ia mengungkapkan, bahwa dirinya baru tahu kalau kita dapat membentuk anak sejak masih dalam kandungan.
Training ini bagus diikuti orangtua yang sudah memiliki anak, tetapi akan lebih bagus bagi mereka yang belum memiliki anak. Karena kita sudah bisa mendidik mereka saat masih dalam kandungan, ujarnya yang tengah mengandung delapan bulan itu.
Sementara itu, Isye Oktafiana menyampaikan bahwa training ESQ Parenting manfaatnya besar sekali, khususnya bagi dirinya yang belum menikah karena dapat banyak pembelajaran dalam mendidik anak.
Ketika saya hamil nanti, saya punya hal-hal positif. Lalu setelah dilahirkan kita harus berusaha agar bisa menjadi contoh yang baik. Semoga ilmu yang tadi saya serap, bisa saya amalkan ketika anak saya sudah ada. Saya juga ingin berbagi pengalaman dengan kakak-kakak, terangnya. (jos)
Sumber : http://esq-news.com/2012/berita/01/24/bekal-mendidik-anak-dengan-esq-parenting.html

