Masih Ada 3,5 Juta Meter Kubik Magma di Perut Merapi
09/11/2010 09:53:00
Gunung Merapi ternyata belum mengeluarkan seluruh isi perutnya. Setidaknya masih ada 3,5 juta meter kubik magma padat di perut Gunung Merapi yang menutupi gas. Magma itu bisa jebol dan menyebabkan gas keluar dengan kekuatan besar.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono, mengatakan, bahayanya kalau Merapi diam lama. Jika sudah begitu, saat magma jebol, daya eksplosifnya menjadi besar.
Karenanya, Surono berharap, Merapi terus meletus agar tekanan gas belerang (SO2) dalam perut Merapi semakin berkurang. "Saya berharap Merapi mau menuruti kemauan saya," ujarnya.
Dijelaskan Surono, daya ledak Merapi dipengaruhi oleh simpanan gas yang dihasilkan oleh suplai magma dari dalam perut bumi yang memadat di kubah lava. Artinya, jika gas yang tersimpan besar, maka daya ledak Merapi semakin besar. Begitu juga sebaliknya.
Merapi baru normal jika ia terus meletus. Dengan begitu gas mengecil, dan sirkulasi antara pasokan magma dan terbentuknya gas kembali stabil. Sayangnya, pada letusan kali ini desakan magma itu menguat. Artinya gas yang keluar juga besar.
Lalu seperti apa kondisi Merapi saat ini? Menjawab itu ia menjelaskan, sejak tanggal 3 November lalu, daya ledak Merapi yang tercatat dalam seismograf masih fluktuatif atau naik-turun dengan intensitas terus meninggi. Itu artinya gas dalam perut Merapi masih banyak.
Hal itu dibuktikanya saat meletus pertama kali tanggal 26 Oktober. Saat itu, setelah meletus Merapi sempat diam, lalu meletus lagi pada tanggal 30 Oktober. Setelah itu Merapi diam lagi, dan meletus pada hari berikutnya. Letusan pada Kamis tengah malam itu juga karena Merapi diam beberapa hari.
Akibat intensitas Merapi yang tinggi itu status Merapi tetap awas. Radius bahaya sejauh 20 kilometer dari puncak berlaku untuk semua wilayah di sekitar Merapi. Alasannya, meski kubah lava berada di sisi selatan, karakter ledakan vertikal (membumbung ke atas). "Itu tergantung angin. Jadi hujan debu dan awan panas dipengaruhi arah angin," terang dia.
Yang perlu diwaspadai adalah aliran lahar panas yang disebabkan hujan. Lahar berpotensi membawa material gunung dan uap panas, lalu melewati seluruh sungai yang hulunya ada di pucuk Merapi. Jika sudah begitu sungai menjadi dangkal, dan banjir pun mengancam. "Masyarakat sekitar sungai harus hati-hati," pungkasnya. (tia/git)
Sumber : http://esq-news.com/nasional/2010/11/08/masih-ada-35-juta-meter-kubik-magma-di-perut-merapi.html

