Pertamina Luncurkan Teknologi Perminyakan Ramah Lingkungan
07/12/2011 11:55:00
Dalam ajang World Petroleum Congress di Doha, Qatar, Selasa (6/12). PT Pertamina (Persero) memperkenalkan SEMAR (Smart Chemical Modifier for Enhance Oil Recovery) ke dunia perminyakan internasional.
Pengenalan SEMAR ke dunia internasional merupakan salah satu pintu masuk Pertamina untuk mencari peluang kerjasama dengan perusahaan minyak mancanegara dalam menggarap lapangan minyak di luar negeri dengan mengedepankan keunggulan teknologi,kata VP Corporate Communication, M Harun.
Harun mengklaim karya putra-putri terbaik Indonesia ini terbukti mampu meningkatkan produksi minyak hingga 200 persen. SEMAR merupakan teknologi kimia yang dirancang khusus untuk menurunkan kadar kekentalan minyak mentah di reservoir.
Sehingga teknologi ini, kata Harun, sangat sesuai diaplikasikan di lapangan-lapangan yang memiliki karakter minyak berat di bawah 20 derajat standar API (American Petroleum Institute) seperti di Amerika Selatan, Afrika dan Timur Tengah.
Dalam memperkenalkan SEMAR, Pertamina berencana untuk membidik kegiatan hulu perminyakan yang beroperasi di wilayah sebaran minyak berat di seluruh dunia antara lain Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Afrika, Timur tengah, Asia dan Australia,terangnya.
Teknologi ini memiliki keunggulan yang signifikan jika dibandingkan dengan teknologi uap. Pada tahap uji coba, SEMAR mampu menurunkan kekentalan minyak dari 253 cp (centi poice / satuan kekentalan, red) menjadi 2 cp dengan suhu 60 C (celcius).
Sedangkan jika menggunakan uap panas akan membutuhkan suhu yang sangat tinggi sekitar 300-350 C. Teknologi SEMAR tidak memberikan dampak potensi kerusakan pada reservoir dan fasilitas produksi seperti yang dapat ditimbulkan oleh teknologi injeksi uap panas. Dengan demikian teknologi ini ramah lingkungan.
Teknologi kimia ini mulai dikembangkan sejak tahun 2004 dan uji coba telah dilakukan di lapangan minyak Zamrud di Sumatera pada tahun 2007-2008, serta lapangan Arahan dan Banjarsari di Jawa pada tahun 2009-2010.
Uji coba dengan metode huff and puff (injeksi-rendam-produksi) di Lapangan Zamrud yang memiliki temperatur reservoir mencapai 256 F (farenheit) tersebut menunjukkan keberhasilan peningkatan produksi sekitar 400 barel per hari pada sumur-sumur yang sebelumnya sudah tidak berproduksi atau berproduksi di bawah 10 barel per hari.
Sementara itu, metode continuous injection (injeksi yang dilakukan secara terus menerus) di lapangan Arahan dan Banjarsari pada tahun 2009-2010 berhasil meningkatkan produksi hingga 200 persen dengan penambahan minyak yang diproduksikan mencapai 35.260 barel minyak.
Penggunaan SEMAR tidak hanya terbatas pada lapangan minyak yang sudah memasuki fase pengurasan minyak tahap lanjut saja dan teknologi ini dapat disesuaikan dengan karakter reservoir lapangan.
Dalam upaya pencapaian visi menjadi perusahaan energi nasional yang berkelas dunia, Pertamina secara pro aktif melakukan sejumlah terobosan dan inovasi, serta melakukan inisiatif pengembangan energi baru dan terbarukan. Produksi minyak dan gas Pertamina saat ini lebih dari 430 ribu barel oil ekuivalen per hari. (tbn/jo)
Sumber : http://esq-news.com

