
”Kali ini, saya mengajak para musisi muda yang peduli dengan karya sastra. Sebab, musik tidak hanya dinilai dari nadanya saja, tetapi dari lirik yang memberi hidayah pada pendengarnya,” ujar Dwiki mengenai keistimewaan KMB III itu.
Sederet nama artis lintas generasi ikut memeriahkan konser yang menampilkan puisi-puisi Taufiq itu. Sebut saja Sam Bimbo, Ahmad Albar, Krisdayanti, Maliq and D’Essential, Ita Purnamasari, Aning Katamsi, Snada dan Dhea Imut.
Suasana haru dan bahagia menyelimuti kegiatan yang dihadiri oleh para tokoh Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ itu. Selain lagu-lagu lama seperti Sajadah Panjang, Ketika Tangan dan Kaki Bicara, Panggung Sandiwara, Lailatul Qadar dan Rindu Rasul, kolaborasi Dwiki dan Taufiq itu juga menampilkan lima lagu baru: Dunia Damai, Pena dan Tinta, Dzikir Tak Putusnya, Undangan Tuhan, dan Jalan Menuju Surga.
Sebagai rasa syukur dan ucapan terimakasih, pada kesempatan itu Taufiq Ismail yang juga alumni ESQ Eksekutif Angkatan ke- 74, menyerahkan empat buku dengan total jumlah halaman 3.000, yang merupakan kumpulan karyanya, kepada pimpinan ESQ Leadership Center Ary Ginanjar, Dwiki Darmawan, Anggito Abimanyu, dan perpustakaan ESQ.
”Semoga KMB akan terus dilaksanakan di gedung ini. Mungkin hingga yang ke-165 nanti, KMB akan tetap menampilkan karya para generasi yang cinta kepada Allah,” ujar Ary Ginanjar saat memberikan sambutan di akhir acara. RAHMA HAYATI


















