Cobaan Hidup
Monday, 24 November 2008 09:25
 Ujian atau cobaan hidup sudah merupakan Sunnatullah, hukum Allah yang bersifat pasti dan tetap, berlaku kapan dan di mana pun (QS 29: 1-3). Cobaan hidup ini bisa dalam bentuk sesuatu yang dirasakan berat dan menyakitkan, namun bisa pula dalam bentuk kebaikan dan kenikmatan yang menyenangkan. Allah menjelaskan: Tiap-tiap yang bernyawa itu akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan, sebagai cobaan yang sebenar-benarnya. Dan hanya kepada Kami-lah kamu semua akan dikembalikan.'' (QS 21: 23) Sayid Hawwa dalam kitab Al-Asaasu fi at-Tafsier (VII: 3457) menjelaskan, berbagai cobaan hidup yang ditimpakan kepada manusia itu tujuannya tidak lain adalah
Read more...
|
Istikharah
Friday, 14 November 2008 00:24
 Tidaklah akan merugi orang yang suka beristikharah (memohon petunjuk dengan bersalat) dan tidaklah akan bersedih hati orang yang suka bermusyawarah, serta tidak akan kelaparan orang yang rajin menabung. (Nabi Muhammad SAW) Memohon petunjuk Allah dengan bersalat merupakan kegiatan ibadah yang selalu kita lakukan. Ibadah yang satu ini unik dan misterius. Disebut unik karena dalam ibadah ini seolah-olah kita menelepon langsung kepada Tuhan SWT. Disebut misterius karena selalu ada jawaban atas petunjuk yang kita minta. Jawaban yang datang sering seketika. Bisa lewat mimpi, sering pula lewat gejala yang nampak dalam kegiatan kita sehari-hari. Misalnya, kita memohon jodoh. Gambaran orang yang akan menjadi jodoh kita -- kadang berwujud wajah -- muncul di hadapan kita.
Read more...
Membina Kemuliaan Diri
Friday, 14 November 2008 00:22
 Islam menekankan tentang pentingnya membina kemuliaan diri. Untuk meraih kemuliaan diri itu, di antaranya Islam mengajarkan kepada pemeluknya agar rajin bekerja. Sebab bekerja merupakan ikhtiar untuk meraih penghidupan yang lebih layak. Dan kehidupan yang layak itu merupakan salah satu modal untuk meraih hidup mulia di tengah-tengah masyarakat dan sekaligus modal untuk meraih kebahagiaan hidup di akhirat. Firman Allah: Carilah kebahagiaan hidup di akhirat, tapi jangan lupakan kebahagiaan hidupmu di dunia (Q. S. 28: 77). Nabi Muhammad SAW pernah menyatakan sangat bangga terhadap lelaki yang telapak tangannya kasar karena mencari kayu bakar untuk dijual ke pasar demi menghidupi keluarganya. Salah satu ajaran Islam yang sangat mengesankan tentang bekerja barangkali bisa kita simak dari hadis Nabi SAW ini: Kalau hari kiamat sudah hampir tiba, sedangkan di tanganmu ada bibit tanaman korma, tanamlah. Mudah-mudahan engkau akan mendapatkan pahala.
Read more...
Mengingat Allah SWT
Friday, 14 November 2008 00:20
 Dzunnun al-Mishri, tokoh sufi yang populer karena paham ma'rifahnya, pernah ditanya, ''Dengan apa seorang dapat menggapai sorga?'' Jawabnya, ''Dengan senantiasa mengingat Allah SWT baik di waktu sunyi-sepi maupun di waktu ramai.'' Dalam terminologi sufistik, apa yang dikemukakan Dzunnun di atas dikenal dengan istilah kontemplasi (muraqabah), yaitu kegiatan memusatkan pikiran dan segala perhatian hanya tertuju kepada Allah SWT semata. Kontemplasi bagi kaum sufi merupakan suatu keharusan agar dapat memperoleh hubungan langsung dengan Tuhan secara terus-menerus. Keharusan berkontemplasi ini didasarkan pada kenyataan dan kesadaran bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi segala perbuatan kita, yang besar maupun kecil, yang nyata maupun tersembunyi. Firman Allah, ''Sesungguhnya Allah SWT selalu menjaga dan mengawasi kamu. (Q.S. 4:1). Karena ketatnya pengawasan Tuhan ini, Abdul Wahid ibn Zaid, pendiri perkumpulan sufi di Abadan, pernah berkata, ''Sekiranya Allah SWT memang selalu mengawasi diriku, maka aku tidak pernah akan hirau dan peduli kepada yang selain-Nya.''
Read more...
|
|
|
|
|