koperasi165.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Artikel Berita Seberapa Efektif Training ESQ dan Sejenisnya?

Seberapa Efektif Training ESQ dan Sejenisnya?

E-mail Print PDF
 
Dan pelan-pelan lampu disegenap sudut ruangan diredupkan. Lalu lamat-lamat terdengar alunan musik yang menyentuh hati. Suasana sejenak kemudian menjadi senyap. Dalam desau keheningan, sang instruktur lalu melantunkan kalimat demi kalimat nan syahdu tentang kebesaran Sang Ilahi, sembari mengingatkan deretan dosa yang telah dilakukan kepada orang tua, kerabat dan sahabat.

Perlahan-lahan, isak tangis terdengar di segenap sudut ruang, dan kemudian puluhan atau bahkan ratusan peserta training itu tenggelam dalam raungan tangis, dalam sembilu kepedihan dan penyesalan atas segenap dosa yang telah mereka perbuat selama ini.

Itulah salah satu segmen yang akan kita temui jika kita mengikuti training ESQ atau training sejenisnya yang mengusung tema tentang spiritualitas dan etos kerja. Ribuan peserta – termasuk para pejabat BUMN dan pemerintah daerah – telah mengikuti training itu, dan ribuan orang itu selalu tenggelam dalam apa yang saya sebut sebagai momen pengakuan dosa massal dalam haru biru penuh tangisan penyesalan.

Pertanyaannya : kenapa beberapa bulan sesudah itu, para peserta kembali melakoni ritus lama, kembali melakukan suap menyuap, praktek kolusi, dan sejenisnya; dan juga kenapa kinerja perusahaan atau organisasi mereka tak kunjung meningkat secara dramatis. Tanya, kenapa?

Salah satu sebab yang paling fundamental adalah ini : para peserta atau organisasi penyelenggara training semacam ESQ itu malas melakukan pengukuran efektivitas training (pelatihan) secara tuntas dan sistematis.

Dan akibatnya adalah sebuah tragedi : segenap training yang telah menghabiskan anggaran milyaran rupiah itu hanya terpelanting menjadi “tangisan sesaat” saja. Hanya heboh saat training. Lalu setelah tiga – enam bulan, dilupakan begitu saja. Duh.

Harus diakui proses mengukur efektivitas training secara komprehensif memang bukan hal yang mudah. Namun itu bukan berarti kegiatan pengukuran ini tidak bisa dikerjakan dengan baik dan benar. Hanya sayangnya, masih banyak praktisi SDM yang alpa melakukannya dengan tuntas. Mereka lebih bersemangat saat melakukan proses analisa kebutuhan training. Mereka juga antusias ketika melakukan proses training – persis seperti yang mereka alami ketika tenggelam dalam “tangisan massal” a la training ESQ itu.

Namun sayangnya, antusiasme dan semangat itu seperti mendadak lenyap ketika sudah tiba pada fase pengukuran efektivitas training secara sistematis. Mereka mungkin mengira bahwa proses training sudah selesai sesaat setelah sang trainer menyudahi sesi mereka. Padahal sesi training itu sendiri sesungguhnya justru merupakan awal – bukan akhir – dari sebuah proses belajar yang berkelanjutan dan berjangka panjang.

Jadi, bagaimana mungkin gemuruh semangat training itu akan dapat memberikan impak yang signifikan, jika proses pengukuran efektivitasnya tak pernah dilakoni dengan penuh kesungguhan?

Problem seperti diatas mungkin akan segera dapat diatasi dengan hadirnya sebuah buku tentang proses pengukuran efektivitas training. Buku yang ditulis oleh Teguh Satriono dan Andree MKP ini, bertajuk “How To Measure 5 Levels of Training Evaluation” (meski judulnya memakai bahasa Inggris, namun seluruh isinya menggunakan bahasa Indonesia).

Dalam buku ini, secara runtut kedua penulis menyajikan lima tahapan pengukuran efektivitas training: mulai dari tahap pengukuran kepuasan peserta training, tahapan implementasi materi training hingga tahapan untuk mengukur dampak pelatihan terhadap kinerja bisnis perusahaan. (Penjelasan mengenai pengukuran efektivitas training pernah saya ulas secara rinci disini).

Melalui buku ini kita didorong untuk melakukan pengukuran secara sistematis atas dampak pelatihan terhadap kinerja individu dan organisasi. Dan disini sungguh diperlukan skema monitoring yang teratur dan konsisten untuk memastikan bahwa materi training benar-benar diaplikasikan dalam kenyataan sehari-hari. Sebab hanya dengan skema monitoring yang reguler inilah, sebuah sesi training bisa memberikan dampak yang optimal bagi peningkatan kinerja.

Secara spesifik, skema monitoring ini setidaknya mesti mencakup dua elemen kunci. Elemen yang pertama adalah adanya post-training action plan yang berisikan serangkaian rencana tindakan konkrit yang harus dilakukan oleh para peserta untuk mengaplikasikan materi training yang telah dipelajari. Didalamnya termuat secara rinci jenis tindakan apa yang akan dilakukan, kapan dilakukan dan target spesifik apa yang ingin diraih.

Elemen yang kedua adalah adanya sesi monitoring yang reguler dan dilakukan secara kontinyu, misal setiap 2 bulan sekali selama 24 bulan berturut-turut. Dalam sesi ini mesti hadir para peserta training, pihak atasan, dan juga fasilitator training. Melalui sesi-sesi inilah, pelaksanaan action-plan tadi dipantau dan diuji kemajuannya. Melalui serangkaian sesi ini pula, dibangun sebuah proses kunci : yakni bagaimana menginjeksikan kebiasaan dan perilaku baru sesuai dengan tujuan training.

Keseluruhan proses diatas memang panjang, dan melelahkan. Namun hanya melalui skema semacam inilah sebuah materi training akan terus mengendap dalam jejak sanubari para pesertanya.

Sebaliknya, tanpa sistem monitoring yang berjangka panjang dan sistematis, sebuah materi training – betapapun dahsyat isinya – hanya akan menguap dalam hitungan bulan…… gone with the wind. Dan air mata pengakuan dosa yang mengharu biru itu, percayalah, akan segera hilang tak berbekas, disapu oleh angin……..

Note : Jika Anda ingin mendapatkan file powerpoint slides mengenai cara mengukur efektivitas training, silakan datang KESINI.

 

Call Us !

Hotline :+62-21-32379721
Telp/Fax : +62-21-7513274
SMS Center : +62-816 165 6 165
Email : koperasi165@yahoo.co.id

atau BUZZ kami saja di YM
Irma:
Hafiz :
 

Accounts

Bank Mandiri Syariah :
004.5678.165
Bank Permata Syariah :
971028165
Bank Mandiri :
101.00000165.09
semua nomor rekening atas nama :
Koperasi Satu Enam Lima

Online Shop


List All Products


Advanced Search





Lost Password?
Forgot your username?
No account yet? Register

Show Cart
Your Cart is currently empty.

Pencairan Google

Promo

Newsflash

Ketika kita tidur malam nanti, belum tentu kita akan bangun esok pagi. Ketika kita baring, belum tentu kita mampu bangkit dan menikmati keindahan sinaran mentari.

Dr. Ary Ginanjar Agustian

Affiliation

Polls

Bagaimana menurut anda training ESQ?
 

Who's Online

We have 115 guests online

Subscribe

Sign up untuk mendapatkan schedule Training ESQ, Berita dan Updates ESQ lainnya! Masukan Nama dan Alamat Email kamu untuk Subscribe :

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
Start from 26/11/08
Page Ranking Tool