koperasi165.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Artikel Berita ESQ Dan Dimensi Spiritualita, Efek terhadap Perubahan Kolektif

ESQ Dan Dimensi Spiritualita, Efek terhadap Perubahan Kolektif

E-mail Print PDF

terataiSumber : budhisantoso97.blogdetik.com

Hari ini saya ingin menulis seseuatu yang jauh dari hingar bingar politik pilkada kabupaten Bogor. Kita tarik nafas sejenak untuk menikmati apa yang sudah kita lalui. Tadi saya berbincang-bincang dengan teman sekantor yang bertanya kenapa tidak ikut ESQ? “padahal bagus banget lho.” Sehari sebelumnya saya juga bertemu dengan teman sekantor yang lain, yang mengatakan, Gak usah lah ikut ESQ. Kedua teman saya tadi menghadiri ESQ yang sama, saya seharusnya ikut, tetapi karena berhalangan sakit, maka saya tidak mengikutinya. Saya bingung kenapa kok ada dua pendapat yang bertolak belakang.

ESQ yang diikuti oleh pegawai di kantor saya dilakukan bergelombang dan sudah dilakukan selama 1-2 tahun ini. Semua pegawai dimintai ikut ESQ training, yang kalau tidak salah anggarannya (gosipnya Rp 3 jt/orang).Saya tidak melakukan penelitian adakah perubahan sebelum dan sesudah mengikuti ESQ. Kenapa perlu ada perubahan? Karena ESQ training adalah training merubah perilaku dan kebiasaan. Dari kebiasaan negatif menjadi kebiasaan positif, dari perilaku negatif kepada perilaku positif.

Teman saya yang mengatakan gak perlu ikut ESQ mengatakan, ESQ menuntun kita untuk memahami bahwa kita adalah manusia berdosa, Allah itu ada, Allah itu mengawasi, Dunia ini akan ada akhirnya dan semuanya perlu pertanggung jawaban, katanya. Gua, dan Gua yakin loe juga tau kalo semua itu benar dan gua gak pernah ragu untuk meyakini hal itu. Teman yang satu lagi berkesan bisa nangis dan terheran melihat orang lain yang ada pada ruangan yang sama dengannya kok tidak menangis. Dia kemudian bependapat mungkin hodupnya dia lurus-lurus aja kali jadi gak perlu ada yang buat dia bisa menangis.

Ary Ginanjar menyampaikan gagasannya tentang pendidikan karakter dalam makalah yang berjudul Pembentukan Habit Menerapkan Nilai-Nilai Religius, Sosial, dan Akademik,Penemu ESQ Model itu memaparkan tujuh krisis yang tengah dialami bangsa ini. Yaitu hilangnya kejujuran, hilangnya rasa tanggung jawab, tidak berpikir jauh ke depan (visioner), rendahnya disiplin, krisis kerjasama, krisis keadilan, dan krisis kepedulian. ”Yang lebih berbahaya bukanlah perubahan iklim, melainkan perubahan manusia menjadi homo homini lupus, yang ironisnya terus dikonsumsi oleh manusia,” ujar Ary.

Kutipan diatas saya ambil dari situs ESQ Community. ESQ telah menjadi icon tersendiri di dunia HRD.

Apa pendapat saya tentang ESQ.

ESQ bagi saya adalah salah satu cara mencapai sebuah puncak hubungan antara manusia sebagai makhluq dengan Penciptanya (Khaliq). Dimensi spiritual sesungguhnya telah ada pada diri setiap manusia, siapapun adanya dia.. Hanya saja tidak semua orang mampu melihat dan mengeksplorasi dimensi spriritual tadi, mengapa? Hal ini dikarenakan tertutup oleh dimensi-dimensi kebutuhan lain yang menyeruak begitu dahsyat kedalam dirinya, taruhlah dimensi materialisme, dimensi sosialisme, dimensi kekuasaan dan dimensi-dimensi lain yang dapat kita rasakan bergitu dominan mempengaruhi diri kita.Dimensi spiritual adalah sebuah dimensi yang lahir tereksplorasi karena

sebuah kesadaran bukan hadir karena sebuah perintah.Bisa saja hadir melalui triger (pemantik) dan bagis saya ESQ adalah salah satu triger yang tersedia.

ESQ hanyalah cara mengungkit kekuatan dimensi spiritual untuk bisa hadir menjadi penyeimbang bagi dimensi-dimensi lain dalam hidup kita. ESQ hanya pemantik bagi kesadaran spiritual bukan menjadi pegangan hidup kita. Tanpa disadari setiap hari kita telah melakukan ESQ yaitu dengan melalui shalat lima waktu. Dengan Sholat maka kita tengah melakukan perjalanan spiritual dan disitulah kita tengah melaksanakan ESQ training langsung Allah SWT sebagai trainer. Persoalannya apakah kita semua mampu melakukannya dengan kondisi yang konsisten? (mari..biarkan hati kita yang menjawab……). Menurut saya kita semua sudah diberi modal untuk melakukan ESQ training secara mandiri dan kontinyu dengan biaya yang murah, saya ingin mengambil contoh, Dalam surat AL-Imraan 190-194 Allah telah memberikan petunjuk (…penggambaran yang indah..Allah deskripsikan disana, pertama digambarkan tentang penciptaannya Langit dan Bumi, lalu peredaran Bumi mengitari matahari, kemudian itu semua seharusnya tentunya adalah sebuah rekreasi spiritual sehingga kita berfikir dan mengingat kehadiran Allah tidak saja dalam keadan duduk tetapi juga dalam keadaan berbaring juga kondisi tengah berdiri lalu dengan adanya ungkitan ingatan tadi dari Allah maka terjadi sebuah gesekan hati dan rasionalitas berfikirnya sehingga ia pun mampu berdoa dengan hatinya dengan bahasa kalbunya. Saya berbicara sebagai seorang muslim, maka ESQ telah ada di setiap diri kita, hanya saja kita belum tergerak untuk mengungkitnya.

Mampukah ESQ menjadi agen perubah?

Agen perubah yang saya maksudkan adalah sampai dimana ESQ training mampu merubah sebuah kebiasaan, merubah konsep diri yang sekian lama terpatri, mampu membongkar sampai kedalam hati dan mentransfer energi positif nya kepada setiap peserta sehingga mampu mengubah paradigma berfikir para peserta ESQ training. Para alumninya lah yang mampu menjawab pertanyaan ini. Saya yakin jawabannya pasti beragam, ada yang menjawab mampu ada yang tidak ada juga yang tidak mengerti…semua sah sah saja..karena ESQ bukan ilmu pasti yang mengatakan 3 liter air dalam sebuah bejana jika ditambah 5 liter air maka akan terkumpul 8 lier air.Sah sah saja dalam kondisi sosial-spiritual 3 liter ditambah 5 liter adalah 12 liter atau 4 liter, menurut saya sah sah saja, karena variabel-variabel didalam sisi kehidupan sosial-spritual setiap orang berbeda-beda. Saya menjawab ESQ akan mampumenjadi agen perubah jika ESQ sanggup membentuk sebuah kondisi pemeliharaan dimensi spiritual yang telah berhasil diungkitnya. Tanpa pemeliharaan ibarat melatih rusa belajar berkelahi kemudian dilepas kembali ke sekumpulan harimau yang siap menerkam, sekuatnya ilmu silat yang sudah dilatih berhadapan dengan sekumpulan harimau tentunya bukanlah tugas yang ringan untuk melepaskan diri..

Ada sebuah tanggung jawab dari mereka yang sudah mengetahui, dalam hal ini yang sudah mendapatkan ilmu dalam ESQ Training, tanggung jawab menyebarkan dan tanggung jawab mengamalkan. Saya berharap adanya sebuah efek domino dari adanya ESQ di setiap komunitas yang menggunakan ESQ sebagai salah satu point enrichment bagi SDM nya, efek domino yang terjadi disetiap komunitas minimal akan mewarnai komunitas tersebut. Dan semoga ada sebuah ketersambungan antar komunitas tadi.

Apa Keuntungan bagi perusahaan?

Sebuah perusahaan yang mengikutkan pegawai/SDM nya mengikuti ESQ training, tentunya menginginkan adanya sebuah peningkatan SDM dalam hal peningkatan produktifitas pekerjaan.Tidak mungkin sebuah perusahaan yang tidak ingin mendapatkan hasil apapun setelah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.Perusahaan sejatinya menginginkan sebuah efek bagi kinerja karyawannya setelah mengikuti traiing ini, tetapi apakah semua yang diinginkan perusahaan tersebut dapat terwujud? Saya melihat terwujudnya efek ESQ bagi sebuah perusahaan tidak bisa dilihat dari mereka yang telah mengikuti ESQ saja, tetapi apakah perusahaan tersebut juga mau diajak berubah? Karyawan ibarat mesin yang menjalankan roda perusahaan, mesin yang sudah menjalani perawatan, sudah turun mesin dan diservis kemudian dipasang lagi dan mobil siap dijalankan kemudian si Sopir menjalankannya kembali semau gue, gak peduli dengan aturan-aturan yang ada, dijamin, usia servis tadi gak akan berusia panjang. Jadi juga harus ada dari birokrat/struktural yang menjalankan roda baik di pemerintahan maupun swasta juga harus mau menjalankan pola fikir ESQ. Jadi ada sebuah sinergisitas yang harmonis antara Struktural/birokrat dengan bawahannya.

Hal lain adalah bagaimana membongkar semua keruwetan birokratis yang menjadi tempat bersarangnya pemikiran-pemikiran yang menghambat perubahan.Menjalankan hasil ESQ diperlukan sebuah semangat kolektif yang dibangun dari kesadaran individu. Perubahan tidak akan terjadi jika kesadaran individu hanya tumbuh sendirian tidak bangun dan bergerak menjadi kesadran berubah secara kolektif.ESQ akan berhenti di setiap individu, tidak bertransformasi menjadi sebuah kekuatan kolektif, dan sia sialah apa yang hendak dirubah oleh ESQ dalam sebuah kesatuan makro, ESQ hanya menjadi sebuah kekuatan mikro, individualitas. ESQ hanya menjadi bayangan diri sendiri dan hidup sendirian dalam imaginasi. Sabda Rasulullah “Kambing yang sendirian akan diterkam serigala dibandungkan dengan kambing yang berada dalam sebuah kelompok”…..wallahu’alam bishawab

 

Call Us !

Hotline :+62-21-32379721
Telp/Fax : +62-21-7513274
SMS Center : +62-816 165 6 165
Email : koperasi165@yahoo.co.id

atau BUZZ kami saja di YM
Irma:
Hafiz :
 

Accounts

Bank Mandiri Syariah :
004.5678.165
Bank Permata Syariah :
971028165
Bank Mandiri :
101.00000165.09
semua nomor rekening atas nama :
Koperasi Satu Enam Lima

Online Shop


List All Products


Advanced Search





Lost Password?
Forgot your username?
No account yet? Register

Show Cart
Your Cart is currently empty.

Pencairan Google

Promo

Newsflash

Ukuran tubuhmu tidak penting, Ukuran otakmu cukup penting, Ukuran hatimu itulah terpenting...

Affiliation

Polls

Bagaimana menurut anda training ESQ?
 

Who's Online

We have 34 guests online

Subscribe

Sign up untuk mendapatkan schedule Training ESQ, Berita dan Updates ESQ lainnya! Masukan Nama dan Alamat Email kamu untuk Subscribe :

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
Start from 26/11/08
Page Ranking Tool